Hillary Shaw, seorang pengembang properti korporat yang sukses, tiba di kota yang sedang berjuang secara ekonomi dengan rencana yang tegas untuk mengakuisisi setiap properti yang memungkinkan, menyatakan sisanya sebagai hak penguasaan tanah untuk kepentingan umum, dan memodernisasi kota dari dalam ke luar. Tetapi ketika Hillary bertemu dengan Daniel Porter, seorang pendeta setempat dan tokoh masyarakat lintas generasi, visinya menghadapi lebih dari sekadar tantangan hukum. Saat pandangan dunia Hillary dan Daniel memicu konflik, sesuatu yang lebih dalam mulai berkembang.












